Kamis, 31 Mei 2012

sekelumit warna abu-abu di ujung bulan


Hari-hari belakangan yang serasa tidak berwarna…
Mendung dan pucat, rasa-rasa seperti semua sedang berjalan menjauh dan semakin jauh, dan hanya tinggal aku sendiri…
Waktu masih saja berlalu seperti biasa, tanpa pernah sekalipun bertanya padaku, ‘apakah aku siap melanjutkan hari-hari ke depan’.
Kecewa, tentang sebuah rasa bernama kecewa, yang belakangan ini semakin terasa pula. Bukan kawan, rasa kecewa ini sebenarnya bukan lagi masalah karena ketidaksempurnanya kamu. Kamu amatlah berkilau di dalam benakku, kamu amatlah berharga dalam sudut pandangku, kamu seperti apapun itu selalu menaklukanku. Namun kawan, rasa kecewa itu lebih karena sebuah harapan dariku yang terlalu berlebih. Kecewa adalah ketika apa yang tersketsa dalam benak ini kemudian tidak sesuai dengan apa yang tervisualisasi dan terasa dalam kenyataannya. Itu adalah kesalahanku, ketika aku terlalu berharap lebih terhadapmu, terlalu banyak menuntut terhadap kehidupan orang lain sesuai dengan apa yang telah aku sketsakan, namun ternyata hidup tidak selalu ideal kawan, mungkin tak seharusnya aku berimaji terlalu lebih lagi, cukup yang sangat sederhana dan rasional, untuk tidak lagi merasakan kecewa, menyiapkan batin untuk segudang alasan menghentikan segudang imaji itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar