Hari-hari belakangan yang serasa tidak berwarna…
Mendung dan pucat, rasa-rasa seperti semua sedang berjalan
menjauh dan semakin jauh, dan hanya tinggal aku sendiri…
Waktu masih saja berlalu seperti biasa, tanpa pernah
sekalipun bertanya padaku, ‘apakah aku siap melanjutkan hari-hari ke depan’.
Kecewa, tentang sebuah rasa bernama kecewa, yang belakangan
ini semakin terasa pula. Bukan kawan, rasa kecewa ini sebenarnya bukan lagi
masalah karena ketidaksempurnanya kamu. Kamu amatlah berkilau di dalam benakku,
kamu amatlah berharga dalam sudut pandangku, kamu seperti apapun itu selalu
menaklukanku. Namun kawan, rasa kecewa itu lebih karena sebuah harapan dariku
yang terlalu berlebih. Kecewa adalah ketika apa yang tersketsa dalam benak ini
kemudian tidak sesuai dengan apa yang tervisualisasi dan terasa dalam
kenyataannya. Itu adalah kesalahanku, ketika aku terlalu berharap lebih
terhadapmu, terlalu banyak menuntut terhadap kehidupan orang lain sesuai dengan
apa yang telah aku sketsakan, namun ternyata hidup tidak selalu ideal kawan,
mungkin tak seharusnya aku berimaji terlalu lebih lagi, cukup yang sangat
sederhana dan rasional, untuk tidak lagi merasakan kecewa, menyiapkan batin
untuk segudang alasan menghentikan segudang imaji itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar