Kamis, 05 April 2012

Spechless


Itu hanyalah tentang sebuah rasa yang sederhana,

Rasa-rasa yang memunculkan sebuah kenyamanan…

Saya sangat paham pada suatu ketika nanti, saya juga akan kehilangan rasa nyaman itu, suatu pemahaman yang muncul jauh ketika saya memulai berbicara tentang hidup ini dengan anda. Detik, menit, jam, hari, dan bulan, memang tak banyak cerita yang bisa dibagi dalam waktu yang terlewati itu.

Tak pernah ada buku dan teori yang membahas kepastian tentang sebuah keyakinan yang bisa menuntunku untuk menggunakan sudut pandang yang tepat. Hingga waktu yang singkat itu memaksa untuk memberi keyakinan yang mungkin tergesa, dan sempat membuat seolah itu tepat.

Seperti di meja perjudian, dan aku mulai pertaruhan itu dengan diriku sendiri…

‘memutuskan untuk berani mencintai, dan mencintai dengan berani’

Sesuatu yang abstrak menjadi pendorong yang kuat untukku melakukan hal di luar kesepahaman yang telah terbangun dalam pemikiranku sampai detik itu, sesuatu yang tak mampu dipercaya dan dicerna oleh logika. Sungguh mahal harga yang harus dibayar pada pertaruhan ini, harga untuk membayar segala pertentangan akan nilai-nilai yang telah tertanam kuat namun begitu rapuh oleh hal yang abstrak dan penuh ketidakpastian.

Belum mencapai klimaks, dan pertanyaan itu justru semakin memunculkan rasa penasaran yang lebih besar.

Sedikit hal yang baru saja saya ketahui, ternyata lebih banyak membuat saya tidak mengerti dan semakin ingin tahu. Saya hanya merasa itu menarik, bukan bermaksud menguji atau memaksa untuk menggali sebuah cerita.

Aku benci karena ketidaktahuanku…

Tidak sehat memang ketika dalam ketidaktahuan itu kemudian hanya memunculkan suatu tebakan yang selanjutnya dianalisis secara tolol dan sederhana oleh kapasitas seperti ini. Namun semakin lama semakin menghilang akses untuk memahami lebih dalam, mungkin saya terlalu jauh melangkah pada keadaan yang tak semestinya.

Merasa ganjil pada sebuah keadaan yang tak bertuan, seperti sebuah tanah kosong tanpa pemilik yang terabaikan, hampa, terkatung-katung, namun memiliki kebebasan yang utuh.

Kembali lagi mengenai kenyamanan,

Di dalam kamus yang menyimpan kata SELALU, namun TIDAK SETIAP SAAT, mungkin seperti itulah tentang prinsip kehidupan yang ada. Namun bagaimana lagi jika suara itu mulai tiada, tempat ternyaman itu mulai menghilang, dan kepercayaan mulai berpindah.

Bagaimana mungkin tidak ada lagi rasa ingin tahu…tidak lagi ada keinginan berbagi…tidak ada lagi kepedulian itu…

Mungkinkah harus berhenti mencari tahu…berhenti memberi…dan berhenti meminta…

It’s annoying…

Begitu sempitnya waktu, untuk rasa yang begitu besar…

Bukan tentang sebuah penyesalan dan hal yang sia-sia…

Pelajaran untuk berbagi dan terus berbagi dalam hidup telah terpetik dari sini, dan saya masih ingin berbagi banyak hal lagi…

Mengenai keyakinan yang saat itu seolah tepat, mungkin tak sepenuhnya bisa diyakini.

Karena mencintai itu…tidak putus asa…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar