Terinspirasi dari postingan status teman dekat
di sebuah sosial media, dia bilang bahwa ‘dunia
memang sebuah panggung sandiwara, berpura-pura adalah sebuah cara mendalami dan
melakoni peran dengan baik, toh jujur juga tidak membuat kita bahagia.’
malam sebelumnya, ada seorang wanita yang
mencoba membuka lembaran masa lalunya. Dan dia menjadi goyah, wanita itu tidak
mampu menahan rasa rindunya pada sosok di masa lalu. Sosok yang saat ini
mungkin saja telah mampu hidup dengan baik tanpa dirinya. Tapi wanita itu
terlalu rindu untuk tidak menyapa dan mengungkapkan kerinduan itu, dia terlalu
lemah. sempat dalam benaknya terpikir akankah sosok itu mengatakan hal yang
sama? mungkin dia akan tergetar dengan ketulusan dan kejujuran wanita itu.
Sangat sulit bagi wanita itu menuliskan pesan singkat sarat makna kepada sosok
yang hampir-hampir menjadi asing, namun dia tetap saja mencoba berani menjadi
jujur.
dia mengetik “...tiba-tiba aku kangen...”
memejamkan mata, dan dengan penuh tekad
memencet tombol send...
keberanian yang coba dia kumpulkan untuk
mengirim rasa rindunya, ternyata tidak sebesar rasa takut untuk menerima respon
dari sosok tersebut. hingga dia lebih memilih mematikan alat komunikasi itu.
dan setelah rasa rindu itu dirasa lebih netral di pagi harinya, dia
memberanikan diri membaca balasan dari sosok itu.
terlalu singkat jawaban yang dia terima
terhadap rasa rindu yang seolah menggebu...
“hehe...gitu yaa...”
hanya itu...
itulah balasan dari kejujuran yang saat itu
coba diutarakan oleh si wanita. ya... wanita itu bisa sangat memahami,
bagaimana kejujuran itu tidak membuatmu bahagia. Mungkin tidak selamanya, tapi
kali ini seperti itulah adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar