Kamis, 06 Agustus 2015

Jujur Itu Gak Bikin Kita Bahagia



Terinspirasi dari postingan status teman dekat di sebuah sosial media, dia bilang bahwa ‘dunia memang sebuah panggung sandiwara, berpura-pura adalah sebuah cara mendalami dan melakoni peran dengan baik, toh jujur juga tidak membuat kita bahagia.’
malam sebelumnya, ada seorang wanita yang mencoba membuka lembaran masa lalunya. Dan dia menjadi goyah, wanita itu tidak mampu menahan rasa rindunya pada sosok di masa lalu. Sosok yang saat ini mungkin saja telah mampu hidup dengan baik tanpa dirinya. Tapi wanita itu terlalu rindu untuk tidak menyapa dan mengungkapkan kerinduan itu, dia terlalu lemah. sempat dalam benaknya terpikir akankah sosok itu mengatakan hal yang sama? mungkin dia akan tergetar dengan ketulusan dan kejujuran wanita itu. Sangat sulit bagi wanita itu menuliskan pesan singkat sarat makna kepada sosok yang hampir-hampir menjadi asing, namun dia tetap saja mencoba berani menjadi jujur.
dia mengetik “...tiba-tiba aku kangen...”
memejamkan mata, dan dengan penuh tekad memencet  tombol send...
keberanian yang coba dia kumpulkan untuk mengirim rasa rindunya, ternyata tidak sebesar rasa takut untuk menerima respon dari sosok tersebut. hingga dia lebih memilih mematikan alat komunikasi itu. dan setelah rasa rindu itu dirasa lebih netral di pagi harinya, dia memberanikan diri membaca balasan dari sosok itu.
terlalu singkat jawaban yang dia terima terhadap rasa rindu yang seolah menggebu...
“hehe...gitu yaa...”
hanya itu...
itulah balasan dari kejujuran yang saat itu coba diutarakan oleh si wanita. ya... wanita itu bisa sangat memahami, bagaimana kejujuran itu tidak membuatmu bahagia. Mungkin tidak selamanya, tapi kali ini seperti itulah adanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar