Tertahan selama beberapa waktu... beberapa
waktu yang memang hanya ingin aku habiskan bersama keluargaku, tanpa diganggu
dengan hiburan drama korea favorit maupun menulis. Sengaja aku menyimpan draft
tulisan yang terinspirasi dari perjalanan kecilku memenuhi rindu kepada rasa
dingin di Ranu Kumbolo beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri.
Kali ini adalah mengenai pengetahuan dan
ketidak tahuan yang sesuai porsi.
Pernah di sebuah perjalanan mendaki gunung,
beberapa kali aku melakukan perjalanan naik gunung pada waktu malam hari,
biasanya kondisi ini terjadi untuk mendapatkan momen sunrise. Perjalanan malam,
bermodal pencahayaan dari headlamp yang begitu terbatas, aku hanya mampu
melihat jalan setapak yang ada di depanku. Begitu saja, aku melangkah mengikuti
cahaya kecil tersebut hingga sampai pada tempat tujuanku. Dan ketika siang
menjelang, ketika cahaya yang lebih besar memperlihatkan semua yang telah aku
lalui, terkadang itu membuatku tercengang. Beberapa pertanyaan yang muncul di
benakku, ‘apakah semalam aku melewati tanjakan seterjal ini?’ ‘ya ampun,
semalam aku melewati punggungan setipis ini, dengan kanan kiri jurang seperti
ini?’.
Dan siang itu, di perjalanan pulang menuju
Ranu Pani, dari Ranu Kumbolo, sedikit lagi aku mencoba memahami cara Tuhan
menyayangi kita, cara Tuhan membantu kita. Ketidak tahuan, yang sering kali aku
maki, ternyata malah menjadi cara Tuhan membuat hidupku lebih mudah. Seperti
juga yang aku alami ketika gelap malam menutup pengetahuanku mengenai jalan
terjal berjurang yang harus aku lewati untuk mencapai puncak, sehingga aku bisa
mencapai puncak itu tanpa memikirkan rasa takut, cemas, dan keraguan. Tuhan
seringkali menutup pengetahuanku tentang sesuatu hal, mungkin saja karena Tuhan
ingin melindungiku dari segala rasa takut, cemas dan ragu untuk melanjutkan
kehidupan sebelum aku sampai pada takdirku. Dan pada suatu pemahaman yang lebih
baik, ketika aku sudah pada masa yang tepat, dengan cara yang unik Tuhan akan
memberikan jawaban atas ketidaktahuanku.
Mungkin memang tidak seharusnya kita
memaksakan untuk mengetahui sesuatu hal, karena mungkin saja Tuhan sedang
melindungi kita dari pengetahuan yang akan menyulitkan kita untuk menjalani
kehidupan ini. Porsi takaran pengetahuan dan konsekuensi atas pengetahuan itu, Tuhan
jauh lebih bisa memahaminya. Pada masa yang tepat, rasa ingin tahu itu akan
terjawab ketika kita telah sampai pada pemahaman yang baik. Pemahaman yang
justru akan memudahkan jalan kehidupan kita. Dan kita telah siap dan berani
menghadapi setiap pengetahuan dan kebenaran yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar