Kamis, 06 Agustus 2015

Sesuai Porsi



Tertahan selama beberapa waktu... beberapa waktu yang memang hanya ingin aku habiskan bersama keluargaku, tanpa diganggu dengan hiburan drama korea favorit maupun menulis. Sengaja aku menyimpan draft tulisan yang terinspirasi dari perjalanan kecilku memenuhi rindu kepada rasa dingin di Ranu Kumbolo beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri.
Kali ini adalah mengenai pengetahuan dan ketidak tahuan yang sesuai porsi.
Pernah di sebuah perjalanan mendaki gunung, beberapa kali aku melakukan perjalanan naik gunung pada waktu malam hari, biasanya kondisi ini terjadi untuk mendapatkan momen sunrise. Perjalanan malam, bermodal pencahayaan dari headlamp yang begitu terbatas, aku hanya mampu melihat jalan setapak yang ada di depanku. Begitu saja, aku melangkah mengikuti cahaya kecil tersebut hingga sampai pada tempat tujuanku. Dan ketika siang menjelang, ketika cahaya yang lebih besar memperlihatkan semua yang telah aku lalui, terkadang itu membuatku tercengang. Beberapa pertanyaan yang muncul di benakku, ‘apakah semalam aku melewati tanjakan seterjal ini?’ ‘ya ampun, semalam aku melewati punggungan setipis ini, dengan kanan kiri jurang seperti ini?’.
Dan siang itu, di perjalanan pulang menuju Ranu Pani, dari Ranu Kumbolo, sedikit lagi aku mencoba memahami cara Tuhan menyayangi kita, cara Tuhan membantu kita. Ketidak tahuan, yang sering kali aku maki, ternyata malah menjadi cara Tuhan membuat hidupku lebih mudah. Seperti juga yang aku alami ketika gelap malam menutup pengetahuanku mengenai jalan terjal berjurang yang harus aku lewati untuk mencapai puncak, sehingga aku bisa mencapai puncak itu tanpa memikirkan rasa takut, cemas, dan keraguan. Tuhan seringkali menutup pengetahuanku tentang sesuatu hal, mungkin saja karena Tuhan ingin melindungiku dari segala rasa takut, cemas dan ragu untuk melanjutkan kehidupan sebelum aku sampai pada takdirku. Dan pada suatu pemahaman yang lebih baik, ketika aku sudah pada masa yang tepat, dengan cara yang unik Tuhan akan memberikan jawaban atas ketidaktahuanku.
Mungkin memang tidak seharusnya kita memaksakan untuk mengetahui sesuatu hal, karena mungkin saja Tuhan sedang melindungi kita dari pengetahuan yang akan menyulitkan kita untuk menjalani kehidupan ini. Porsi takaran pengetahuan dan konsekuensi atas pengetahuan itu, Tuhan jauh lebih bisa memahaminya. Pada masa yang tepat, rasa ingin tahu itu akan terjawab ketika kita telah sampai pada pemahaman yang baik. Pemahaman yang justru akan memudahkan jalan kehidupan kita. Dan kita telah siap dan berani menghadapi setiap pengetahuan dan kebenaran yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar