Minggu, 08 April 2012

Kopi hitam rasa pahit


Masih tentang sebuah rasa yang mulai membatu,

Telak seorang manusia yang telah membuatku tertegun oleh setiap pertaruhan demi pertaruhan yang sampai saat ini tak ada jawaban yang pasti terhadapnya.

Bisu yang sedalam-dalamnya…

Kembali, aku selalu membenci ketidaktahuan tentang dia. Membiarkan rasa keingintahuan ini membubung terlalu tinggi tanpa ada sedikitpun garis bantu untuk menganalisis, bahkan secara ilmu ketololanpun dia sama sekali tak terjangkau.

Bisu, dan tetap membisu sekali lagi…

Terabaikan oleh sebuah tanya yang begitu besar, mengenai rasa-rasa manis yang kemudian menjadi getir…

Mungkin aku terlalu sering menikmati rasa manis, dan mungkin kini saatnya mengecap bagaimana kegetiran rasa tawar dan pahit dengan sensasi kenikmatan yang sedikit berbeda.

Susah bagiku mendeskripsikan rasa dengan kata, jari ini terhenti sejenak mencari perwakilan kata demi kata untuk bisa dipahami pula olehmu.

Aku tidak memiliki banyak kekuatan untuk tetap bertahan seperti ini, masih banyak pula pertentangan yang menuntut jawaban. Mengenai sebuah keinginan yang memang tidak harus selalu dituruti, mengenai rasa-rasa yang entah tepat atau tidak, dan mengenai kehormatan dan harga diri yang entah masih akan terjaga atau dibuang begitu saja.

Semua rasa yang silih berganti, rindu, suka, benci, khawatir, dan segenap rasa yang lain, rasa yang pernah ada, suatu saat hanya akan menjadi gelas kosong yang terasa lucu jika kemudian dikenang kembali.

Hanya saja…

Aku belum terbiasa tanpa keberadaanmu, memalingkan semua rasa itu dalam waktu yang terlampau singkat, mudahkah bagimu?

Dan kemudian, masihkah ada sedikit waktu untuk sebuah pertaruhan terakhir itu?

Kita duduk empat mata dengan gelas-gelas penuh kepulan asap kopi hitam rasa pahit, berbincang penuh kehangatan meski terasa pahit, kembali berbicara, menguntai kata demi kata untuk membuka benang kusut hingga bertemu antara ujung dengan ujungnya.

Tentang pertaruhan terakhir, di atas meja perjudian itu, hanya ada sebuah kenekatan, dan membuang sedikit harga termahal yang seharusnya terjaga sebagai pertahanan terakhir.

Demi sesuatu yang layak diperjuangkan, dan diungkapkan…

1 komentar:

  1. kopi hitam ya pahit, yang membuatnya manis itu campurannya. takarannya bebas, sesuai selera masing-masing. :)

    BalasHapus