Inti dari sebuah perjalanan, adalah Pulang.
Ketertarikan setiap orang memang berbeda, banyak hal yang
bisa muncul ketika kita membahas mengenai ketertarikan itu sendiri. Ada jenis
ketertarikan yang sederhana, medium, rumit, bahkan ekstrim. Ketertarikan antar
sesama manusia, ketertarikan pada kemewahan, ketertarikan pada sebuah
aktivitas, ketertarikan pada keklasikan, dan banyak lagi. Sesuatu yang jarang
disadari, namun ternyata menjadi kecenderungan dalam diri masing-masing.
Ketertarikan itu juga bukan sesuatu yang sengaja dibuat-buat hanya untuk sebuah
status sosial, gengsi, pamer, dan ajang unjuk diri. Hal itu muncul seperti sebuah
klik, ketika kita merasa menikmati, ketika pada akhirnya kita ingin mengetahui
lebih dalam dan mencoba lebih banyak. Banyak pula dari kita yang memiliki
ketertarikan lebih dari satu hal, hanya kadar dan intensitasnya terkadang
berbeda. Ada yang hanya ala kadarnya, namun juga ada yang sangat intens. Dari
begitu banyak ketertarikan yang pernah aku alami, ada yang kadarnya lebih tebal
daripada ketertarikan lainnya. Dia bertahan cukup lama, dan aku merasa sangat
menikmatinya, ketertarikanku pada sebuah perjalanan.
Dalam sebuah perjalanan, terkadang aku menemukan tujuan
perjalananku selanjutnya.
Bahkan hidup juga adalah sebuah perjalanan, hingga kelak
kita akan mengetahui bahwa tujuan perjalanan ini adalah untuk kembali pulang.
Setiap peristiwa, tempat baru, orang baru, dan keadaan yang baru hanyalah
sebuah pemberhentian sementara, tempat singgah. Di situ terkadang aku sedikit
banyak belajar mengenai esensi kehidupan, meski mungkin banyak yang masih saja
terlewat. Mengenai tujuan hidup seseorang, jangan terlalu mengkhawatirkan kelak
akan menjadi apa diri kita, akan seperti apakah diri kita. Melalui perjalanan
juga pada tempat persinggahan, terkadang kita akan menemukan ide perjalanan
selanjutnya dan tempat persinggahan selanjutnya. Jangan khawatir, sesekali
Tuhan ingin bermain dengan kita, sesekali juga Tuhan menahan jawaban atas tanya
kita, yang kelak pasti akan dijawabnya ketika kemampuan pemahaman kita sudah
pada waktunya. Cukup jalani saja perjalanan kali ini dengan sebaik-baiknya.
Mengingat setiap perjalanan yang pernah aku lakukan, selalu
saja menyenangkan. Sangat bersyukur pada masa itu pernah menikmati
perjalanan-perjalanan yang tak jarang juga kena asam manisnya. Pada intinya,
aku tidak menyesal melewati masa-masa itu penuh dengan kegilaan perjalanan masa
muda. Tak jarang aku bertemu dengan orang yang lebih berumur dari aku, dan
mengatakan bahwa mereka ingin mengunjungi tempat-tempat yang pernah aku jamah,
namun apa daya ketika tubuh semakin menua dan bukan saatnya menaikan ego
pribadi karena sebuah tanggungjawab baru telah disandang mereka. Ini bukan
berarti bahwa kehidupanku lebih baik dan lebih menyenangkan dari mereka, hanya
saja ada sebuah kepuasan tersendiri ketika aku merasa tidak ada penyesalan
dalam menjalani masa muda itu. Masa dimana ego pribadi anak muda yang jarang
berpikir mengenai resiko dan haus akan jawaban akan rasa penasarannya meloncat
setinggi-tingginya tanpa mau diberikan batas.
Di dalam sebuah perjalanan, terkadang aku menemukan aku yang
begitu kecil di antara semesta...
di dalam sebuah perjalanan, aku melihat keanekaragaman kehidupan
semesta...
di dalam sebuah perjalanan, aku melihat kelelahan juga
kekuatan...
di dalam sebuah perjalanan, aku menyadari keegoisan juga
pengorbanan...
di dalam sebuah perjalanan, aku menemukan lawan dan kawan...
di dalam sebuah perjalanan, aku menghirup asap pekat dan
kesegaran...
di dalam sebuah perjalanan, aku memeluk rasa dingin dan
menyambut secercah sinar hangat...
di sebuah perjalanan, terkadang ada keraguan dan
penyesalan...
di sebuah perjalanan, aku merasakan arti bersama dan
kesendirian...
di sebuah perjalanan, terkadang Tuhan mengajarkan tentang
bagaimana dunia bekerja...
di sebuah perjalanan, aku selalu mengingat tempat dimana aku
berasal...
dan di sebuah perjalanan, selalu ada pintu yang
terbuka untukku, orang-orang yang setia menungguku, rasa hangat yang akan
memeluk rasa suka duka pun cinta dan luka yang aku dapatkan, mereka yang
menjaga jalan kembaliku tetap utuh, jalanku kembali pulang dari sebuah
perjalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar